.quickedit{display:none;}

Wednesday, October 26, 2011

Puisi


Kutemukan disana merah jambu /1/
Karya: Idenn Ls

Seolah tak mampu lagi menancapkan kaki di tanah ini
Meleleh halus dalam sebait senyum
Dibalas teduh berlesung di pipinya
Menyusup cepat memaksa masuk
Tak mampu menahan
Membiarkan hati ditumbuhi matamu

Cerpen


Jilbabmu Mengajarkanku Bismillah
 Karya: Idenn Ls

Andai bisa kulihat angin
Kuingin menangkap dan mencium warnanya
Kuingin melihat hati dan rasanya
Kuingin selalu memilikinya
Kuingin...
Maafkan aku yang terlalu ingin mengenalmu

Akhirnya kuberanikan diri untuk mengirimkan puisi singkat ini kepadanya. Puisi yang sudah lama kutanam dalam benak ini. Bukan karena aku lelaki pengecut, tetapi karena dia berbeda. Dari cara dia berjalan, berbicara, bergaul, dan bahkan dari cara berpakaiannya. Ah... membuat aku merasa tenang bila disampingnya. Namun itu hanya perasaanku saja. Aku tidak mempunyai nyali besar untuk menegurnya, memandang wajahnya atau bahkan sengaja menyenggolnya ketika dia sedang berjalan dan kemudian merapikan barang-barangnya yang berserakan. Lalu kupegang tangannya dan tanpa sengaja mata kami saling bertatapan sesaat. Tersadar. Tersipu malu. Dengan kebahagiaan yang tidak terhingga kusodorkan tanganku mengajaknya berkenalan. Meminta nomor ponselnya dan dengan begitu janji untuk bertemupun bisa kuatur. Ah... begitu mudahnya pikirku.
: Kepada Bintang /1/
   Karya: Idenn Ls

Hatiku masih terkunci untuk menyadari
Sebab aku masih menunggu darah tetaskan nyali
Supaya kobarkan mimpi penuh harap
Dan gapainya akan menciumku